Selasa, 20 September 2011

anatomi dan fisiologi sistem perkemihan


ANATOMI DAN FISIOLOGI
SISTEM PERKEMIHAN

OLEH :
A3A
KELOMPOK 14
ELIZABETH CRISTIANI                        09.321.0356
LUH FEBRILINA SRI UTAMI                09.321.0378
NI LUH PUTU ARIANTI                         09.321.0386
TRI ASTUTI                                             09.321.0402




PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI
2010

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Terima kasih kami ucapkan pada dosen pembimbing mata kuliah Sistem Perkemihan yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah yang berjudulAnatomi dan Fisiologi Sistem Perkemihan” . Tidak lupa juga kami ucapkan pada teman – teman yang telah membantu menyelesaikan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari makalah ini tidak lepas dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak sangat diharapkan untuk kesempurnaan makalah – makalah berikutnya. Semoga makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat.


Denpasar, Desember  2010


Tim Penyusun












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR           ……………………………………. i
DAFTAR ISI                         ......................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG     ........................................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH         ............................................... 2
1.3 TUJUAN                          ...................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN               ........................................................ 7

DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
            Sistem perkemihan merupakan organ vital dalam melakukan ekskresi dan melakukan eliminasi sisa-sisa hasil metabolisme tubuh. Selain mempunyai fungsi eliminasi, sistem perkemihan juga mempunyai fungsi lainnya sebagai berikut :
1.      Meregulasi volume darah dan tekanan darah dengan mengeluarkan sejumlah cairan ke dalam urine dan melepaskan eritropoietin serta melepaskan renin.
2.      Meregulasi konsentrasi plasma dari sodium, potassium, klorida dan mengontrol kuantitas kehilangan ion-ion lainnya ke dalam urine serta menjaga batas ion kalsium dengan menyintesis kalsitrol.
3.      Mengonsentrasi stabilisasi pH darah dengan mengontrol jumlah keluarnya ion hydrogen dan ion bikarbonat ke dalam urine.
4.      Menghemat pengeluaran nutrisi dengan memelihara ekskresi pengeluaran nutrisi tersebut pada saat proses eliminasi produk sisa, terutama pada saat pembuangan nitrogen seperti urea dan asam urat.
5.      Membantu organ hati dalam mendetoksifikasi racun dan selama kelaparan, deaminasi asam amino yang dapat merusak jaringan.

Aktivitas sistem perkemihan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga komposisi darah dalam batas yang bisa diterima. Setiap adanya gangguan dari fisiologis di atas akan memberikan dampak yang fatal.







1. 2 RUMUSAN MASALAH
            1 .Apakah bagian-bagian dari sistem perkemihan?
            2. Apakah fungsi dan manfaat dari masing-masing bagian?
3. Bagaimana cara mahasiswa untuk mengetahui mekanisme sistem perkemihan?

1.3 TUJUAN
1.      Agar mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian dari sistem perkemihan
2.      Agar mahasiswa mengetahui fungsi dan manfaat dari bagian - bagiannya
3.      Agar mahasiswa mengetahui mekanisme dari sistem perkemihan.




















BAB II
PEMBAHASAN

Sistem perkemihan terdiri atas ginjal, ureter , kandung kemih dan uretra. Untuk menjaga fungsi ekskresi, sistem perkemihan mempunyai dua ginjal. Organ ini memproduksi urine yang berisikan air, ion-ion dan senyawa-senyawa solut yang kecil. Urine meninggalkan kedua ginjal dan melewati sepasang ureter menuju dan ditampung sementara pada kandung kemih. Proses ekskresi urine dinamakan miksi, yang terjadi ketika adanya kontraksi dari otot-otot kandung kemih yang menekan urine untuk keluar melewati uretra dan keluar dari tubuh.

GINJAL
            Secara anatomi, ginjal terletak pada dinding posterior abdomen,terutama didaerah lumbal, disebelah kanan dan kiri tulang belakang, dibungkus lapisan lemak yang tebal, dibelakang peritoneum atau di luar rongga peritoneum.
Ketinggian ginjal dapat diperkirakan dari belakang, mulai dari ketinggian vertebra torakalis sampai vertebra lumbalis ketiga. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari kiri karena letak hati yang menduduki ruang lebih banyak disebelah kanan. Panjang ginjal pada orang dewasa sekitar 6 – 7,5cm, tebal 1,5 – 2,5cm dan berat sekitar 140 gram. Pada bagian atas terdapat kelenjar suprarenalis atau kelenjar adrenal.
Struktur ginjal :
Setiap ginjal diselubungi oleh kapsul tipis dari jaringan fibrus dan membentuk pembungkus yang halus. Didalamnya terdapat struktur ginjal berwarna ungu tua yang terdiri atas korteks disebelah luar dan medula disebelah dalam. Bagian medula tersusun atas 15 – 16 massa piramid yang disebut piramid ginjal.
Nefron
Struktur halus ginjal terdiri atas banyak nefron yang merupakan satuan fungsional ginjal, jumlahnya sekitar 1 juta pada setiap ginjal. Setiap nefron dimulai sebagai berkas kapiler ( badan malphigi / glomelurus ) yang tertanam dalam ujung atas yang lebar pada urinefrus atau nefron. Dari sini tubulus berjalan berkelok-kelok dan sebagian lurus. Bagian pertama berkelok-kelok dan sesudah itu terdapat sebuah simpa yang disebut simpaeienle. Kemudian, tubulus itu berkelok-kelok lagi, disebut kolekan kedua atai tubulus distal, yang bersambung dengan tubulus penampung yang berjalan melintasi korteks dan medula, lalu berakhir disalah satu piramidalis.

Gambar ginjal





           


Pembuluh Arteri.
Arteri renalis membawa darah murni dari aorta abdominalis keginjal. Cabang arteri memiliki banyak ranting didalam ginjal dan menjadi arteriola aferen serta masing-masing membentuk simpul dari kapiler-kapiler didalam salah satu badan malphigi, yaitu glomelorus. Arteriola aferen membawa darah dari glomelurus, kemudian dibagi kedalam jaringan peritubular kapiler. Kapiler ini menyuplai tubulus dan menerima materi yang direabsorbsi oleh struktur tubular. Pembuluh aferen menjadi arteiola aferen yang bercabang-cabang membentuk jaringan kapiler disekeliling tubulus uriniferus. Kapiler ini bergabung membentuk venarenalis yang membawa darah dari ginjal ke vena kava inferior. Kapiler arteriola eferen lainnya membentuk vasa vecta yang berperan dalam mekanisme konsentrasi ginjal.

Fungsi ginjal :
1. sebagai tempat mengatur air
2. sebagai temapat mengatur konsentrasi garam dalam darah
3. sebagai tempat mengatur keseimbangan asam basa darah
4. sebagai tempat ekskresi dan kelebihan garam

Sekresi urine dan mekanisme kerja ginjal
Glomerulus berfungsi sebagai saringan. Setiap menit, kira-kira 1lt darah yang mengandung 500cc plasma mengalir melalui semua glomelurus, dan sekitar 10cc ( 10 % ) disaring keluar. Plasma yang berisi semua garam, glukosa dan benda halus lainnya disaring. Namun, sel dan protein plasma terlalu besar untuk dapat menembus pori saringan dan tetap tinggi dalam darah. Cairan yang disaring, yaitu filtrat glomelurus, kemudian mengalir melalui tubulus renalis dan sel-selnya menyerap semua bahan yang diperlukan tubuh serta membuang yang tidak diperlukan. Dalam keadaan normal, semua glaukosa dan sebagian besar air diabsorbsi kembali, sedangkan produk buangan dikeluarkan. Faktor yang mempengaruhi sekresi adalah filtrasi glomelurus, reabsorbsi tubulus dan sekresi tubulus. Berat jenis urine tergantung dari jumlah zat yang dilarutkan atau terbawa dalam urine. Berat jenis plasma ( tanapa protein ) adalah 1010. bila ginjal mengencerkan urine ( misalnya sesudah minum air ) , maka berat jenisnya kurang dari 1010. bila ginjal memekatkan urine, maka berat jenis ( bj ) urine lebih dari 1010. daya pemekatan ginjal diukur menurut berat jenis tertinggi.

Tes fungsi ginjal.
1.tes untuk protein. Bila ada kerusakan pada glomerulus atau tubulus, maka protein bocor masuk keurine.
2. mengukur konsentrasi urea darah. Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan ureum, maka ureum darah meningkat diatas kadar normal 20-40mg/100cc darah karena filtrasi glomerulus harus turun sampai 50% sebelum kenaikan kadar urea darah terjadi .
3. tes konsentrasi. Tes ini dilakukan dalam keadaan puasa selama 12 jam untuk melihat kenaikan bj urine.


URETER
Ureter merupakan saluran retroperitoneum yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Pada awalnya, ureter berjalan melalui fasia gerota dan kemudian menyilang muskulus psoas dan pembuluh darah iliaka komunis. Ureter berjalan sepanjang sisi posterior pelvis, dibawah vas deferens, dan memasuki basis vesika pada trigonum. Pasokan darah ureter bersal dari pembuluh darah renalis, gonad, aorta, iliaka komunis dan iliaka internal. Susunan saraf otonom pada dinding ureter memberikan aktivitas peristaltik, dimana kontraksi berirama bersal dari pemacu proksimal yang mengendalikan tranpor halus dan efisiensi bagi urine dan pelvis renalis kekandung kemih.

Kandung kemih
Kandung kemih ( vesika urinaria/ VU ) berfungsi sebagai penampung urine. Organ ini berbentuk seperti buah pir/ kendi. Kandung kemih terletak didalam panggul besar, didepan isi lainnya, dan dibelakang simpisis pubis. Pada bayi letaknya lebih tinggi. Bagian terbawah adalah basis sedangkan bagian atas adalah fundus. Puncaknya mengarah kedepan bawah dan ada dibelakang simpisis. Dinding kandung kemih terdiri atas lapisan serus sebelah luar,lapisan berotot, lapisan submukosa, dan lapisan mukosa dari epitelium transisional. 3 saluran bersambung dengan kandung kemih. 2 ureter bermuara secara obliq disebelah basis, letak obliq menghindarkan urine mengalir kembali kedalam ureter. Uretra keluar dari kandung kemih sebelah dalam. Daerah segi tiga antara 2 lubang ureter dan uretra disebut segitiga kandung kemih ( trigonum vesikaurinarius ) . pada wanita, kandung kemih terletak diantara simpisis pubis, uterus, dan vagina. Dari uterus, kandung kemih dipisahkan oleh lipatan peritoneum ruang uterovesikal atau ruang doglas.

Gambar kandung kemih
Uretra
Uretra adalah sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kemih kkelubang luar, dilapisi oleh mebran mukosa yang bersambung dengan membran yang melapisi kandung kemih. Meatus urinarius terdiri atas serabut otot melingkar, mebentuk sflingter uretra. Panjang uretra pada wanita sekitar 2,5-3,5cm sedangkan pada pria 17-22,5cm


PROSES PERKEMIHAN
Mikturisi adalah peristiwa pembuangan urine. Keinginan berkemih disebabkan oleh penambaha tekanan dalam kandung kemih dan isi urine didalamnya. Jumlah urine yang ditampung kandung kemih dan menyebabkan miksi yaitu170-230ml. Mikturisi merupakan gerakan yang dapat dikendalikan dan ditahan oleh pusat-pusat persarafan. Kandung kemih dikendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatik dari pleksus hopogastrik.

CIRI-CIRI URINE NORMAL
Rata-rata jumlah urine normal adalah 1-2lt sehari, namun jumlah yang dikeluarkan berbeda setiap kalinya sesuai jumlah cairan yang masuk. Warna urine yang normal adalah bening oranye pucat tanpa endapan, berbau tajam, memiliki reaksi sedikit asam dengan pH rata-rata 6 dan bj berkisar antara 1010-1025.

KOMPOSISI URINE NORMAL
Urine terutama terdiri atas air, urea, dan natrium klorida. Ureum merupakan hasil akhir metabolis,me protein dan bersal dari asam amino dalam hati yang mencapai ginjal. kandung ureun normal dalam darah sekitar 30-100cc, Namun tergantung dari jumlah protein yang dimakan dan fungsi hati dalam pembentukan ureum. Kreatinin hádala hasil buangan metabolisme protein dalam otot. Produk metabolisme mencakup benda-benda purin, oksalat, fosfat, dan sulfat. Elektrolit atau garam seperti natrium dan kalium florida diekskresikan untuk mengimbangi jumlah yang masuk melalui mulut.













BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
           
            Sistem perkemihan terdiri atas ginjal, ureter , kandung kemih dan uretra. Untuk menjaga fungsi ekskresi, sistem perkemihan mempunyai dua ginjal. Organ ini memproduksi urine yang berisikan air, ion-ion dan senyawa-senyawa solut yang kecil. Urine meninggalkan kedua ginjal dan melewati sepasang ureter menuju dan ditampung sementara pada kandung kemih. Proses ekskresi urine dinamakan miksi, yang terjadi ketika adanya kontraksi dari otot-otot kandung kemih yang menekan urine untuk keluar melewati uretra dan keluar dari tubuh.





















DAFTAR PUSTAKA

Nursalam, Francisca B. Baticaca, 2009. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan
Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta :  Salemba Medika

Syariffudin, Anatomi fisiologi. 1997.EGC. Jakarta

Brunner dan Suddarth,2003. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi ke 8,
Jakarta : EGC


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar